Etika & Dampak Komunikasi di Era Digital
Era digital bisa diibaratkan dengan globalisasi berarti
proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia,
pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya yang banyak disebabkan oleh
kemajuan infrastruktur telekomunikasi, transportasi dan internet. Pada era
digital sekarang ini insan dapat saling berkomunikasi dengan dekat walaupun
terpisahkan jeda yang jauh.
Komunikasi merupakan hal yang mendasar dan menjadi suatu
alat kebutuhan dalam menjalani kehidupan. Dalam perubahan zaman pada era
digital sekarang ini teknologi komunikasi mengikuti perkembangan yang sangat
pesat. Komunikasi yang dulu berasal dari kertas menggunakan tinta hitam, serta
sekarang berubah menjadi benda pipih yang bisa dibawa kemana-mana, seakan-akan
kita telah memiliki seisi global hanya dalam satu genggaman tangan.
Bicara tentang era digital dan perkembangan teknologi
komunikasi, kini telepon genggam (handphone) menjadi salah satu dari teknologi
komunikasi yang sering digunakan pada kehidupan sehari-hari, baik dalam
bekerja, sekolah, kegiatan daring (dalam jaringan) atau sekedar berkomunikasi
asik dengan orang dikenal maupun yang tidak dikenal dalam kehidupan sosial.
Dalam melakukan komunikasi dengan alat virtual atau berkomunikasi antar
seseorang secara daring ada kelebihan dan kekurangannya.
Kelebihan komunikasi dengan alat digital yaitu lebih efektif yaitu kita bisa berkomunikasi atau bersosialisasi dalam berbagai media sosial secara singkat dan tidak bertele-tele, seperti mengirimkan pesan. Dalam berkomunikasi secara digital kita bisa menggunakan simbol-simbol tertentu atau yang biasa kita gunakan yaitu emoticon untuk mengungkapkan perasaan kita kepada penerima pesan dengan akses yang sangat mudah.
Dengan adanya komunikasi secara digital dapat menciptakan
lapangan pekerjaan seperti driver online, freelancer, memperluas jangkauan
bisnis, kita bisa berkomunikasi serta memesan untuk bepergian ketika kita tidak
ada transportasi, dan juga seperti kita belanja online, kita memesan dan
menanyakan kepada penjual apakah barang yang dijual masih tersedia apa tidak,
dari contoh itu semua adalah perkembangan komunikasi di era digital baik dari
komunikasi dalam konteks bersosialisasi ataupun dalam konteks pekerjaan.
Kekurangan komunikasi dengan alat digital yaitu dalam
sekolah, pekerjaan atau kuliah yang saat ini masih menerapkan sistem daring,
sebagian orang terkendala dalam berkomunikasi karena gangguan sinyal internet.
Sinyal internet merupakan salah satu pendukung dari kemajuan era teknologi,
jika sinyal bermasalah maka komunikasi pun akan mengalami hambatan. Dalam
menggunakan teknologi (HP) yang berlebihan dapat menyita waktu yang tidak pada
tempat dan waktu yang tepat bahkan dapat mengabaikan atau menunda hal yang
lain, melupakan orang terdekat.
Memang hidup era digital sekarang ini tidak bisa kita
hindari begitu saja siapapun dan kapanpun pasti akan merasakannya apalagi
teknologi sekarang semakin memanjakan kehidupan sehari-hari yang lebih praktis,
efektif serta efisien pada melakukan macam hal tampa terbatas ruang dan waktu.
Dalam berkomunikasi baik langsung maupun tidak langsung memiliki etika dan
dampak yang akan ditimbulkan.
Setelah membahas pengertian, kelebihan dan kekurangan
komunikasi di era digital selanjutnya akan kita bahas etika dan dampak
komunikasi di era digital.
Apa itu ETIKA?
Etika adalah suatu aturan yang membahas tentang pantas
atau tidak pantas, baik atau buruk, dilakukan atau tidak dilakukan bukan benar
atau salah. Setiap prosedur rasional yang menentukan apakah individu sebagai
pribadi dan anggota masyarakat berperilaku sesuai dengan tindakan yang “benar”
sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku atau tidak secara sukarela tanpa
ancaman. Etika bisa dimulai dari diri sendiri, rumah, sekolah, dan lingkungan
sekitar.
Etika tidak hanya digunakan dalam komunikasi secara
langsung tetapi komunikasi secara tidak langsung seperti bermedia sosial yang
sekarang hampir semua orang banyak menggunakannya apalagi sekarang sudah masuk
ke era digital 4.0 menuju 5.0 yang mana semuanya sudah mengandalkan teknologi
sebagai alat komunikasi. Menurut saya, komunikasi bersifat dinamis yang artinya
kita bisa melakukan dimana, kapan, sama siapa dan melalui media apapun. Namun,
yang harus kita tanamkan yaitu ber-etika yang baik dan sopan terutama dalam bermedia
sosial karena sifat seseorang itu berbeda dan berubah-ubah, dalam bertemu saja
bisa berubah apalagi yang hanya kenal lewat sosial media.
Etika yang baik pada berkomunikasi di media sosial antara
lain :
-
Jangan memakai kata-istilah kasar yang bisa
menyakiti perasaan orang lain.
-
Jangan mengakibatkan terjadinya perpecahan
atau permasalahan.
-
Jangan menyebarkan hal-hal yang berbau
pornogafi maupun menyinggung hal-hal sensitif.
-
Menjaga privasi orang lain, tidak semuanya
harus posting di publik.
-
Lebih hati-hati dalam mengunggah artikel,
foto, video yang bersifat hoaks, cari tau terlebih dahulu terkait kebenarannya.
Seiring dengan perkembangan media sosial yang sangat
pesat dan agar tetap menjaga ketentramannya dalam bermain media sosial sudah
diatur undang-undangnya. Salah satunya merupakan Undang-Undang RI No. 11 Tahun
2008 yang mengatur tentang informasi serta Teknologi (UU ITE) serta
implementasinya dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu cara menjaga sopan santun di media sosial
antara lain ketika kita akan memberikan komentar di postingan orang lain, kita
wajib memikirkan terlebih dahulu apakah komentar yang kita berikan itu akan
menyakiti hati orang lain atau tidak? Sebab etika, nilai dan norma merupakan
produk budaya dan masyarakat, maka penerapannya pun berbeda dari satu budaya ke
budaya lain, satu masyarakat ke masyarakat. Maka sangat mungkin suatu perbuatan
dikatakan etis di budaya A namun tidak etis menurut budaya B. Etika komunikasi
pun memberikan gambaran tentang cara-cara manusia untuk berkomunikasi secara
baik dan patut, berdasarkan nilai dan norma etik yang berlaku dalam masyarakat
dan budaya.
DAMPAK Komunikasi di Era Digital
Seiring perkembangan zaman, kehadiran media
sosial menjadi semakin beragam. Sebagian orang menganggap perubahan ini
memberikan dua dampak media sosial yaitu positif dan negatif. Sekilas, media
sosial hadir memberikan kemudahan dan manfaat yang baik bagi masyarakat. Hanya
saja, di sisi lain sebenarnya ada pula dampak negatif yang muncul. Oleh karena
itu, mengetahui dampak media sosial yang positif dan negatif menjadi hal yang
penting untuk dilakukan.
Terkait Dampak Positif media sosial, adapun
beberapa manfaat yang didapatkan pengguna dari teknologi ini diantaranya
sebagai berikut :
- Memudahkan Informasi
Saat ini, ada cukup banyak aplikasi di media sosial untuk mengirim pesan, telepon, hingga video call. Dengan menggunakan media sosial, pesan atau sambungan telepon bisa dilakukan dengan lebih mudah dan murah. Tidak hanya itu, jangkauan komunikasi pun cenderung lebih luas tanpa adanya batas. Hal ini tentunya membantu di masa pandemi COVID-19 seperti ini.
2. Sarana untuk Berbisnis
Dampak media sosial tak hanya digunakan untuk berkomunikasi saja, akan tetapi mulai menjadi tempat untuk membuka bisnis baru dengan jangkauan yang lebih luas. Beberapa platform media sosial telah memberikan fitur khusus untuk berbisnis. Media sosial dapat dimanfaatkan untuk menganalisis pasar, konsumen, hingga kebutuhan produksi. Seperti yang kita ketahui platform bisnis yaitu Facebook, Instagram, Shopee, Bukalapak, Tokopedia, Lazada,dll). Platform E-Wallet seperti Dana, Ovo, Gopay, Shopeepay, LinkAja, QRIS).
3. Sarana Pembelajaran
Dalam pembelajaran terutama di masa pandemi
COVID-19 seperti sekarang ini memberikan manfaat yang sangat besar, bukan hanya
belajar dan mengerjakan tugas tetapi bisa membuat siswa/i dari sd – kuliah dapat
lebih terbuka tentang dunia internet atau sosial media sehingga menimbulkan
kreatif dan mandiri dalam mengerjakan tugas bukan hanya sekedar nulis di buku
catatan.
Dalam bermedia sosial bukan hanya ada dampak positif
melainkan ada Dampak Negatif yang ditimbulkan dalam bermedia sosial,
diantaranya sebagai berikut :
- Mengganggu Kesehatan Mental
Sebuah penilitian mengungkapkan penggunaan media sosial berkontribusi terhadap kesehatan mental yang buruk di Indonesia. Ditemukan bahwa media sosial memiliki efek buruk pada kesehatan mental seperti cyber bullying, overthinking, insecure, dsb.
2. Kecemburuan Sosial
Para peniliti mengatakan bahwa adanya tingkat ketimpangan yang tinggi di Indonesia dan disorot media sosial, bisa menyebabkan kecemburuan dan kebencian. Berdasarkan survei terbaru Indonesia Basic Health Research 2018 prevalensi individu dengan gangguan mental di Indonesia diperkirakan 11,8 juta orang.
3. Harga Diri dan Pencari Perhatian
KESIMPULAN
Maka dari itu saat melakukan komunikasi melalui media
sosial ada baiknya kita memahami etika serta dampak yang ditimbulkan dalam
bermedia sosial. Karena tidak semua orang atau aktifitas yang kita lakukan di
internet memiliki hal yang positif akan tetapi memiliki hal yang negatif. Mari
lebih bijak dalam menggunakan media sosial mengingat kita tidak hanya hidup
sendiri tetapi memiliki etika, norma, aturan serta budaya yang harus kita
perhatikan, jaga dan lestarikan. JARI-MU HARIMAU-MU gunakan jari mu untuk
melakukan hal yang positif jangan sampai membuat kegaduhan dengan orang di
sekitar mu.
Komentar
Posting Komentar