10 Adab Membaca Al-qur'an yang baik
1. Ikhlas dan Menjadi Orang yang Bertaqwa
Adab membaca ayat suci al-Quran yang pertama adalah meluruskan niat dan menjadi orang bertaqwa. Karna seorang muslim akan lebih nyaman membaca al Quran jika ia memiliki niat yang ikhlas. Sedangkan dengan bertaqwa kepada Allah ta'ala, maka kita akan lebih mudah memahami isi dari Al-Qur'an tersebut. Sebagaimana yang disampaikan dalam Qs. Al-Baqarah 282.
Dimana Allah akan membimbing dan memberikan ilmu kepada orang yang bertaqwa:
Artinya: Dan bertaqwalah kepada Allah, Allah mengajarmu dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu. (Q.S Al-Baqarah: 282)
Dimana Allah akan membimbing dan memberikan ilmu kepada orang yang bertaqwa:
Artinya: Dan bertaqwalah kepada Allah, Allah mengajarmu dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu. (Q.S Al-Baqarah: 282)
. Membaca dalam Keadaan Suci (Berwudhu)
Hendaklah orang yang membaca al Quran dalam keadaan memiliki wudhu (suci dari hadats kecil). Selain itu dianjurkan juga agar pakaian, badan dan tempatnya bersih. Namun di sini ada perbedaan pendapat tentang anak kecil. Apakah dia harus berwudhu atau tidak saat hendak memegang mushaf al Quran. Untuk lebih berhati hati sebaiknya dia harus berwudhu.
Tidak mengapa seorang guru di kelas memandu anak-anak untuk mengambil air wudhu sebelum membacanya. Katakan kepada mereka bahwa ini adalah adab seorang muslim saat membaca al-Quran.
3. Bersiwak Sebelum Membaca Al-Quran
Disunnahkan bagi pembaca al-Quran untuk membersihkan mulutnya atau bersiwak sebelum (memulai) membaca al Quran. Dalil tentang siwak ada di hadits yang diriwayatkan dari Hudzaifah, Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda,
عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : كَانَ رَسُوْلُ اللهِ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ يَشُوْسُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ
"Dahulu apabila Nabi bangun di malam hari, maka beliau menggosok mulut beliau dengan siwak." (HR. Bukhari dan Muslim).
4. Membaca Ta'awudz Sebelum Membaca Kitab Suci Al-Quran
Disunnahkan juga untuk membaca taawudz dan basmalah ketika membaca al Quran, kecuali surat at Taubah yang cukup beristi'adzah kepada Allah dari godaan syaithon yang terkutuk, tanpa basmalah. Inilah yang membedakan al-Quran dengan kitab lainnya. Jadi jangan sampai melupakan adab baca al-Quran yang satu ini.
Allah berfirman, "Jika Engkau hendak membaca Al Qur'an maka mintalah perlindungan kepada Allah dari syaithan yang terkutuk." (An NAhl 98).
5. Posisi Membaca Al Quran yang Benar
Hendaknya seorang yang membaca al-Quran memposisikan dirinya dengan baik dan benar, karena itu juga bagian dari etika membaca al-Quran. Boleh membaca al Quran sambil berdiri, berjalan, berbaring dan berkendara. Hadits dari Aisyah bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda,
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ كَانَ يَتَّكِئُ فِي حَجْرِيْ وَ أَنَا حَائِضٌ ثُمَّ يَقْرَأُ القُرْآنَ
"Sesungguhnya Nabi pernah berbaring di pangkuanku ketika aku sedang haid kemudian beliau membaca al Quran." (HR. Bukhari 297 dan Muslim 301)
6. Memilih Tempat yang Tenang Saat Baca Quran
Carilah tempat yang tenang dan waktu yang sesuai karena lebih mengundang bersatunya keinginan kuatnya dan kejernihan hatinya.
7. Tartil (Perlahan lahan) Ketika Tilawah Al-Quran
Setelah poin di atas sudah dilakukan, maka membacanya harus dengan tartil (perlahan-lahan). Sebab sunnah membaca al Quran itu secara tartil dan makruh hukumnya apabila membacanya terlalu cepat. Hal ini telah dijelaskan dalam firman Allah surat Al Muzzamil ayat 4:
أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا
"Atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan."
8. Bacaan Mad Diperhatikan
Sebenarnya ini bagian dari tartil, namun karena dalam masalah mad (panjang pendek) orang-orang masih banyak yang salah maka perlu ditekankan di poin khusus. Kita dianjurkan untuk memperhatikan bacaan-bacaan panjang atau pendek. Jika terdapat mad yang panjang maka kita pun harus memanjangkan. Anas pernah ditanya, "Bagaimana cara baca Nabi?" Maka dia menjawab, 'Beliau membaca dengan memanjangkan, beliau membaca 'Bismillahirrahmanirrahim.' Beliau memanjangkan 'bismillaah', memanjangkan 'ar rahmaan dan ar rahiim". (HR. Bukhari)
9. Membaguskan Suara Bacaan Al-Quran
Disunnahkan pula agar membaguskan suara dalam membaca Al Quran dan dilarang membaca dengan dialek yang mendayu-dayu. Nabi bersabda,
زَيِّنُوا الْقُرْآنَ بِأَصْوَاتِكُمْ
"Hiasilah (perindah) suara kalian dalam membaca al Quran."(HR. Abu Dawud no. 1468, Ibnu Majah no. 1342, An-Nasa-I no. 1015, Ahmad no. 18494, ad-Darimi no. 3543, Shohih, lihat Silsilah Ahaadits as-Shohihah no. 771)
10. Bersujud saat Membaca Ayat Sajdah
Termasuk sunnah dan adab membaca al Quran adalah bersujud ketika melewati bacaan ayat sajdah. Bahkan ketika sedang solat dan menemukan ayat sajdah seorang imam pun disunnahkan untuk bersujud. Bacaan sajdah biasanya sudah ditandai di mushaf kalian masing-masing. Dengan tanda bentuk masjid atau yang lainnya.
Sumber : www.abanaonline.com





Komentar
Posting Komentar