Resensi Novel Laskar Pelangi
Judul Buku : Laskar Pelangi
Penulis : Andrea Hirata
Negara : Indonesia
Bahasa : Indonesia
Genre : Roman
Penerbit : Yogyakarta: Bentang Pustaka
Tanggal terbit : 2005
Tentang Penulis
Nama lengkapnya adalah Andrea Hirata Seman Said Harun lahir di Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung pada tanggal 24 Oktober 1967, namun ada juga beberapa yang menyatakan bahwa beliau lahir pada tahun 1982. Dalam biografi Andrea Hirata diketahui bahwa kini sangat disibukkan dengan kegiatannya menulis dan menjadi pembicara dalam berbagai acara yang menyangkut dunia sastra. Dalam biografi Andrea Hirata diketahui juga fakta bahwa dari tahun 2005 hingga tahun 2019, Andrea Hirata sudah menghasilkan 11 novel. Dari karyanya tersebut, Andrea banyak penghargaan sebagai seorang novelis. Tiga diantaranya berasal dari luar negeri yakni BuchAwards Jerman tahun 2013, Pemenang Festival Buku New York 2013 serta penghargaan Honorary Doctor of Letters (Hon DLitt) dari Universitas Warwick pada tahun 2015.
Sinopsis Novel
Cerita terjadi di desa Gantung, Kabupaten
Gantung, Belitung Timur. Dimulai ketika sekolah Muhammadiyah terancam
akan dibubarkan oleh Depdikbud Sumsel jikalau tidak mencapai siswa baru
sejumlah 10 anak. Ketika itu baru 9 anak yang menghadiri upacara
pembukaan, akan tetapi tepat ketika Pak Harfan, sang kepala sekolah,
hendak berpidato menutup sekolah, Harun dan ibunya datang untuk
mendaftarkan diri di sekolah kecil itu.
Mulai darisanalah dimulai cerita mereka.
Mulai dari penempatan tempat duduk, pertemuan mereka dengan Pak Harfan,
perkenalan mereka yang luar biasa di mana A Kiong yang malah
cengar-cengir ketika ditanyakan namanya oleh guru mereka, Bu Mus.
Kejadian bodoh yang dilakukan oleh Borek, pemilihan ketua kelas yang
diprotes keras oleh Kucai, kejadian ditemukannya bakat luar biasa Mahar,
pengalaman cinta pertama Ikal, sampai pertaruhan nyawa Lintang yang
mengayuh sepeda 80 km pulang pergi dari rumahnya ke sekolah!
Mereka, Laskar Pelangi – nama yang
diberikan Bu Muslimah akan kesenangan mereka terhadap pelangi – pun
sempat mengharumkan nama sekolah dengan berbagai cara. Misalnya
pembalasan dendam Mahar yang selalu dipojokkan kawan-kawannya karena
kesenangannya pada okultisme yang membuahkan kemenangan manis pada
karnaval 17 Agustus, dan kejeniusan luar biasa Lintang yang menantang
dan mengalahkan Drs. Zulfikar, guru sekolah kaya PN yang berijazah dan
terkenal, dan memenangkan lomba cerdas cermat. Laskar Pelangi mengarungi
hari-hari menyenangkan, tertawa dan menangis bersama. Kisah sepuluh
kawanan ini berakhir dengan kematian ayah Lintang yang memaksa Einstein
cilik itu putus sekolah dengan sangat mengharukan, dan dilanjutkan
dengan kejadian 12 tahun kemudian di mana Ikal yang berjuang di luar
pulau Belitong kembali ke kampungnya. Kisah indah ini diringkas dengan
kocak dan mengharukan oleh Andrea Hirata, kita bahkan bisa merasakan
semangat masa kecil anggota sepuluh Laskar Pelangi ini!
Kelemahan Novel
Kelemahannya yaitu penggunaan nama-nama
ilmiah dalam cerita- ceritanya. Hal ini membuat pembaca kurang nyaman
dalam membaca. Apalagi glosarium diletakkan di bagian belakang novel.
Hal ini menambah ketidakpraktisan memahami istilah-istilah ini. Selain
itu, imajinasi pembaca bisa terhambat jika mereka tak memahami
istilah-istilah tersebut.
Alurnya yang tidak jelas. Tidak seperti
Harry Potter atau Ayat-Ayat Cinta dengan alur yang enak diikuti,
cerita-cerita dalam Laskar Pelangi ini alur waktunya dibolak-balik
sehingga membingungkan pembaca. Apalagi tidak disebutkan tahun berapakah
tiap-tiap peristiwa itu terjadi.
Kelebihan Novel
Kelebihannya buku ini menceritakan tentang persahabatan dan setia kawanan
yang erat dan juga mencakup pentingnya pendidikan yang begitu mendalam.
Serta kisahnya yang mengharukan.
Kesimpulan Novel
Dari novel yang di buat oleh Andre Hirata ini, saya dapat mengambil
beberapa pelajaran hidup yang penting, salah satunya kita harus
benar-benar menghargai hidup, menghargai semua pemberian Tuhan, tidak pantang
menyerah bila menginginkan sesuatu, dan tidak ada yang tidak mungkin
asalkan kita mau dan berusaha. Dan satu lagi, pintar tidak menjamin kita
untuk selalu sukses, seperti cerita pada tokoh lintang, dia anak yang
pintar, namun diakhir cerita dia menjadi seorang supir truk, disini saya dapat mengambil kesimpulan, bahwa semua kehidupan manusia sudah ada
yang mengaturnya, yaitu Tuhan. Semua yang kita kerjakan tidak lepas
dari campur tangan Tuhan.
Sumber:
https://hamidcell.wordpress.com/kumpulan-makalah/resensi-novel-laskar-pelangi/
https://bentangpustaka.com/andrea-hirata-pelangi-dari-belitong/ (Foto Andrea Hirata)
https://www.biografiku.com/biografi-andrea-hirata-kisah-inspiratif-penulis-novel-laskar-pelangi/ (Tentang Penulis)
Keren 👍
BalasHapus